Saturday, November 21, 2015

Kisah seorang pendo'a


Ketika ku mohon pada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika ku mohon pada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk ku pecahkan.
Ketika ku mohon pada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Ketika ku mohon pada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk ku atasi.
Ketika ku mohon pada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk ku tolong.
Ketika ku mohon pada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima yang ku pinta. Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.
Do'aku terjawab sudah

Wednesday, November 11, 2015


Tuan, dengarlah.. Bersama bintang malam ini, ku ceritakan padamu tentang kisahku..
Ini hidupku… Terkisah pada lembaran kertas putih yang hampir kusam.. Dengan tinta tinta ku yang semakin mengering… Seribu kisah ku tulis di dalamnya… Sajak kecil penuh makna… Yang terkadang menyempitkan relungku… Dan membuat sesak di dada… Sanggupkah aku?? Menghitung hari tanpa harap dan mimpi.. Dan pantaskah jika ku mengeluh??? Bila tak dapat ku nikmati detik waktu perjalananku.. Sebatang lilin ini kian meredup… Namun tak jua ku temukan jalan keluar.. Dalam sepi ku terus melangkah.. Mencari arah matahari.. Dan kehidupan yang sesungguhnya…
-mae

Tuesday, November 3, 2015

Pernahkah datang seseorang yang membuatmu percaya dalam sekejap bahkan tanpa pertemuan yang banyak? Pernahkan ada yang tiba-tiba membuatmu yakin menaruh harapan kepadanya?

Wednesday, October 21, 2015

YAKIN JADIKAN PANTAS

Jika keyakinan dan kepercayaan ini benar adanya, maka tak lagi ada ragu dalam hati kita. Namun, menentukan sebuah keyakinan adalah hal tersulit dalam hidup kita. Seberapapun kita percaya dan selalu berpikir semua baik-baik saja, kita tetap merasa ragu. Bahkan ketika kita menghadap kiblat pun, kita masih menyangsikan keikhlasan dan kesaksian kita akan-Nya yang Maha Tunggal.

Menentukan keyakinan tak ubahnya bagai menentukan pilihan dalam bifurkasi hati kita. Ketika semua orang memiliki pendapatnya untuk kita, yang mereka pikir itu adalah yang terbaik bagi kita, walau malah pendapat mereka-lah yang semakin mengacaukan keyakinan kita yang selama ini kita akar-kan dalam hati kita.

Pilihan, ada untuk dipertimbangkan dan menjadi cadangan atas penentuan jika penentuan itu gagal. Sedangkan Keyakinan, ada sebagai tangan kita ketika kita menunjuk sesuatu dalam penentuan dari pilihan itu sendiri.

Sebelum memilih, pastikan, seberapa pantas kita dalam memilih jalan kita tersebut. Dan keyakinan akan datang ketika kita merasa pantas. Maka, persiapkan diri kita agar kita benar-benar pantas untuk menerima keyakinan memilih, dan menerima pilihan kita.

Jika kita telah pantas dan yakin, maka Jangan biarkan orang lain menganggap pilhan kita adalah salah!! Sebab memang terkadang membuat orang lain percaya dan yakin akan kita, lebih sulit daripada meyakinkan diri sendiri.

Satu hal yang harus kita pelajari dan pahami bersama bahwa “suara hati tak kan membelok kan arah kita!! Dan keyakinan ada ketika kita mampu dan mau mendengar hati kita”

Akhirnya….
SELAMAT TINGGAL BIFURKASI!!!
Sebab kami telah tentukan pilihan kami!!!
*katakan itu pada diri kita!!*

Bifurkasi: (kurang-lebih) cabang2 dari pemikiran kita sendiri

[Ara Adzra]

Sunday, October 18, 2015

Goresan tinta hitam

Kadang Allah hadirkan beberapa orang dalam kehidupan kita guna memberikan pelajaran besar. Kadang keberadaan mereka yang cuma sebentar itu menorehkan luka cukup dalam. Mungkin terlalu dalam. Bahkan tak jarang meninggalkan trauma berkepanjangan. Pilihan hidup manusia cuma ada dua. Menjadi masa lalu atau masa depan seseorang. Takdirlah yang bekerja pada fase ini. Acapkali kepergian orang tersebut membekaskan jejak hitam dan memar pada hati yang tak lagi sehat. Sehingga kita harus benar-benar menghapuskan segala memori tentangnya. Tentang keberadaan dia dalam hari-hari kita. Tak mudah memang. Seringkali, air mata yang mengering pada buku diary, menjadi saksi bisu pelajaran hidup. Acapkali, Tinta hitam yang tertulis diatas kertas putih tentang betapa sakitnya hati, menjadi sejarah kelam masa silam. Kita mencoba melupakan semua. Agar masa depan dapat sedikit lebih terang. Agar secercah harapan muncul pada hari-hari baru. Dan otak sempit ini berpikir bahwa WAKTU adalah penyembuh terbaik dari segala kesakitan yang ada. Pikiran dangkal ini mengira bahwa WAKTU adalah obat dari kepahitan yang terasa. Salah! Setelah aku mengenal Tuhanku. Setelah aku berusaha menjadi hamba yang tawakal kepadaNya. Baru aku tahu, Baru aku sadar, bahwa DIA adalah obat dari segala. Rabbku adalah jawaban dari semua. Penyembuh terbaik dari luka hati bukanlah berapa panjangnya waktu belajar ilmu IKHLAS, Bukan pula berapa lama menjadi murid kehidupan dunia, Namun, Banyak-banyak mengingat ALLAH sebagai Pencipta dari bumi yang maha luas. Sembuhkan dirimu, sembuhkan segala kesakitan jiwamu, dengan mendekatkan raga serta menundukkan akal dan pikiran, pada kuasa Allah..