Jika keyakinan dan kepercayaan ini benar adanya, maka tak lagi ada ragu dalam hati kita. Namun, menentukan sebuah keyakinan adalah hal tersulit dalam hidup kita. Seberapapun kita percaya dan selalu berpikir semua baik-baik saja, kita tetap merasa ragu. Bahkan ketika kita menghadap kiblat pun, kita masih menyangsikan keikhlasan dan kesaksian kita akan-Nya yang Maha Tunggal.
Menentukan keyakinan tak ubahnya bagai menentukan pilihan dalam bifurkasi hati kita. Ketika semua orang memiliki pendapatnya untuk kita, yang mereka pikir itu adalah yang terbaik bagi kita, walau malah pendapat mereka-lah yang semakin mengacaukan keyakinan kita yang selama ini kita akar-kan dalam hati kita.
Pilihan, ada untuk dipertimbangkan dan menjadi cadangan atas penentuan jika penentuan itu gagal. Sedangkan Keyakinan, ada sebagai tangan kita ketika kita menunjuk sesuatu dalam penentuan dari pilihan itu sendiri.
Sebelum memilih, pastikan, seberapa pantas kita dalam memilih jalan kita tersebut. Dan keyakinan akan datang ketika kita merasa pantas. Maka, persiapkan diri kita agar kita benar-benar pantas untuk menerima keyakinan memilih, dan menerima pilihan kita.
Jika kita telah pantas dan yakin, maka Jangan biarkan orang lain menganggap pilhan kita adalah salah!! Sebab memang terkadang membuat orang lain percaya dan yakin akan kita, lebih sulit daripada meyakinkan diri sendiri.
Satu hal yang harus kita pelajari dan pahami bersama bahwa “suara hati tak kan membelok kan arah kita!! Dan keyakinan ada ketika kita mampu dan mau mendengar hati kita”
Akhirnya….
SELAMAT TINGGAL BIFURKASI!!!
Sebab kami telah tentukan pilihan kami!!!
*katakan itu pada diri kita!!*
Bifurkasi: (kurang-lebih) cabang2 dari pemikiran kita sendiri
[Ara Adzra]
No comments:
Post a Comment